Sabtu, 17 Agustus 2013

Kisah Pertempuran Bojongkokosan, Sukabumi 9 Desember 1945

Peristiwa Bojongkokosan merupakan bagian dari rangkaian perang di Surabaya 10 November 1945 (insiden peperangan kedua setelah pertempuran 10 November 1945 di Surabaya). Peristiwa Bojongkokosan yang terjadi pada tanggal 9 Desember 1945 juga memiliki keterkaitan dengan peristiwa Bandung Lautan Api 24 Maret 1946. Dalam peristiwa penyergapan konvoi militer Inggris yang dikawal beberapa tank jenis Stuart, Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat Sukabumi berhasil menyerang konvoi. Dalam penyergapan yang berlangsung selama dua jam itu sebanyak 73 pejuang gugur. Tercatat 50 pasukan sekutu (Inggris) tewas, 100 orang lainnya terluka dan 30 tentara hilang, walaupun akhirnya menyebabkan korban ratusan rakyat sipil karena dibalas dengan serangan Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force).

Berita yang diterima para pejuang Sukabumi di Pos Cigombong menjadi awal peristiwa heroik itu. Berita itu memberitahukan bahwa ada serombongan truk konvoi sekutu yang diboncengi tentara Belanda menuju Sukabumi. Mendengar berita itu, Kompi II pimpinan Kapten Murad dan laskar rakyat Sukabumi segera menduduki tempat pertahanan di pinggir (tebing) utara dan selatan di jalan Bojongkokosan. Senjata yang digunakan barisan pejuang diperkuat dengan senjata rampasan dari tentara Jepang.


Diorama di Museum Satria Mandala yang menggambarkan situasi saat terjadinya Peristiwa Bojongkokosan. Para pejuang dan laskar rakyat berhasil melumpuhkan tank-tank dan menghancurkan truk-truk yang membawa pasukan musuh.


Selain dilakukan oleh TKR, penyergapan ini spontan diikuti juga oleh laskar-laskar rakyat, seperti Barisan Banteng yang dipimpin oleh Haji Toha, Hisbullah yang dipimpin oleh Haji Akbar dan Pesindo.

Selepas shalat Ashar konvoi tentara sekutu datang dari arah Bogor. Konvoi tersebut diperkuat dengan puluhan tank, panser wagon, dan truk berisi ribuan pasukan Gurkha  Saat mendekati tebing Bojongkokosan, pejuang dan rakyat melepaskan tembakan secara sporadis.

Menyadari ada serangan, pasukan sekutu yang brsenjatakan peralatan modern melakukan pembalasan. Mereka membombardir pertahanan pejuang dengan tank baja dan senapan mesin. Setelah beberapa jam melakukan penyergapan, para pejuang berhasil lolos. Mereka bisa meloloskan diri setelah hujan lebat disertai kabut mengguyur daerah tersebut.

Menyadari para pejuang berhasil lolos, pasukan sekutu marah dan menyerang dengan membabi buta. Mengetahui hal tersebut, pejuang dan laskar rakyat kembali melakukan serangan.

Pertempuran terjadi di sepanjang jalan Bojongkokosan hingga perbatasan Cianjur, seperti Ungkrak, Selakopi, Cikukulu, Situawi, Ciseureuh hingga Degung. Perang juga meluas hingga lintasan Ngaweng, Cimahpardi, Pasekon, Sukaraja, hingga Gekbrong di perbatasan Sukabumi-Cianjur.

Tentara sekutu yang bertujuan pergi ke Bandung tersebut dibuat gentar. Akhirnya komandan sekutu mengajak berunding dengan pemimpin TKR dan pemerintah setempat. Dalam gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak tersebut, Letnan Kolonel (Letkol) Edi Sukardi mewakili para pejuang.

Tidak disangka, gencatan senjata tersebut hanya berlangsung sehari. Tepat 10 Desember 1945, pasukan sekutu membombardir dengan pesawat-pesawat tempur beberapa desa di Kompa, Praungkuda dan kecamatan Cibadak. Ratusan rumah hancur dan ratusan rakyat sipil tewas dan luka-luka. Pengeboman udara ini dilakukan setelah sekutu mengetahui puluhan tentaranya tewas di tangan pejuang dan rakyat.


Pesawat tempur Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force) pada masa Perang Dunia II


Pengeboman udara tersebut tercatat dalam dalam majalah Belanda "Fighting Cocks" yang ditulis oleh Kolonel Doulton. Serangan pesawat-pesawat tempur tersebut bahkan tercatat sebagai yang terbesar sepanjang Perang Dunia II.


Materi Referensi:
- Sebagian besar isi artikel ini diambil dari artikel "Peristiwa Bojongkokosan: Perang Besar yang Terlupakan", koran Pikiran Rakyat, 11 November 2010, dengan perubahan seperlunya.
- Internet

Share this

Aku adalah seorang blogger yang ingin berbagi inspirasi dengan sobat-sobat di seluruh dunia.

0 Comment to " Kisah Pertempuran Bojongkokosan, Sukabumi 9 Desember 1945"

Posting Komentar